Most Handsome

20121009_kfashionista_kris_exo3“Lelaki tertampan? Tentu saja itu Luhan.”

Siapapun orang yang bertemu dengan seorang makhluk bernama Kris Wu, kusarankan jangan menyinggung tentang ketampanan, atau ia akan kalap. Bukan karena krisis percaya diri sih, namun percayalah kau akan menyesal jika kau menyinggungnya barang sedikit saja.

Dianugerahi tubuh yang tinggi,  selera fashion yang bagus, wajah campuran Asia-Amerika membawa kesan ‘dewa’ dalam parasnya, tentu disadari benar oleh Kris. Terbukti dengan rentetan berbagai produk kecantikan yang menghiasi meja riasnya, ataupun beberapa majalah kecantikan yang tertata rapi di buffet ruang tengah. Kendati begitu, citra yang selama ini dibangun pudar seketika saat Kris bertemu denganku sore ini.

Tugas karya ilmiah menjadi alasanku untuk mengunjungi apartemen Kris. Namun bagi lelaki itu, kedatanganku ke tempatnya merupakan alasan pokok dirinya untuk berdandan total. Menurutku sih.

“Cho, menurutmu siapa yang paling tampan di kelas?” Ketukan dinamis dari pangkal pensil yang beradu dengan meja, mengisi kekosongan diantara kami. Aku masih tetap bergeming mencoba mencari frase yang bisa diterima Kris.

“Luhan. Luhan selalu menjadi yang tertampan di kelas,”seruku girang, kembali menggauli karya tulis kami. “For God’s sake Kris, kau telah menanyakannya 180 kali dalam sebulan. Kau tahu itu!” sahutku ketika ekor mataku melihatnya akan menyangkal. Baiklah sepertinya aku butuh tenaga ekstra saat ini.

“Tapi tetap saja kan aku yang paling sempurna?” Kris mencoba memberi opsi lain. Mata Kris berbinar, menggantung harapan di ujung lidah, membuatku benar-benar menghentikan pengerjaan tugas kami. Seusai menutup seluruh buku diatas meja, aku kembali menghadapi mata berbinar itu jengah. “Kesempurnaan hanya milik Tuhan, Krissie.”

Kris mendengus keras.”Baiklah. Aku paham jika kesempurnaan hanya milik Tuhan. Namun ketampanan, hell no untuk Luhan, Cho! Tapi kenapa harus selalu Luhan?” Kini lelaki jangkung di depanku membanting tubuhnya diatas sofa beludru, menumpu kepalanya dengan sisi kiri tangannya yang bertekuk dan menghadap ku sempurna.

“Mengapa harus kenapa? That’s a simple question, Kris. Luhan itu punya wajah yang kecil, tidak terlalu tinggi jadi aku tidak terlalu njomplang jika kita berdampingan, dan yang terpenting adalah wajahnya Luhan itu tampan sekaligus cantik.” Aku menyeringai, kedok dari senyum jahilku menonton Kris yang mengacak rambutnya depresi- meski aku melihatnya seperti iklan sampo. Demi Tuhan, tatanan rambut Kris bahkan masih terlihat sempurna.

“Terserahlah tentang Luhan, aku tak peduli. Tapi, tidakkah ada poin yang membuat aku juara di depanmu?” Aku mencondongkan badan, menumpu wajahku di atas kedua tangan yang terlipat menindih sofa, tepat dihadapannya. Mata kami beradu. Aku yakin dapat melihat guratan-guratan di sekitar bibirnya, memaksa untuk membuat senyum simpul namun ditahan. Tak apa, setidaknya warna wajah Kris tengah bersemu saat ini.  “Ah, ada,” sorakku senang. “Tapi kupikir, kau harus mengganti pertanyaanmu, Kris!”

“Mengganti? Seperti lelaki paling keren se galaksi? Ya, ya, aku tau itu aku.” Kris kini melompat berdiri, membuat pose tatapan mematikan miliknya. Baiklah, aku merasa rona merah Kris menular membuat pipiku mulai memamerkan sedikit rona merah.

“Jika kau bertanya siapa yang bisa mencuri hatiku, maka dirimulah jawabannya.”

Dan saat ini aku berani bersumpah, senyum yang dipamerkan Kris akan membawa dampak buruk.

.

.

“Halo, Luhan? Meski kau memang yang paling tampan, tetap aku yang bisa mencuri hari Choandra. Ingat itu Lu!” Aku memutar bola mataku, merutuki sikap kekanakan Kris. Kebiasaan!

“Tapi Lu, berikan aku resep wajah tampan dan cantikmu juga dong! Tidak. Tidak. Aku sudah punya modal tampan yang bahkan melebihi dirimu. Jadi, berikan saja aku resep cantikmu, Lu”  Aku ingin memaki sekaligus menamparnya keras-keras saat mendengar samar-samar suara Kris dari dalam kamar.

Aku hanya bercanda kok, tenang saja!

-END-

Iklan

8 pemikiran pada “Most Handsome

  1. PLISH PLISH PLISH INI KOCAK! WHAT I MEAN BY KOCAK IS KOCAK IN ANOTHER WAY INDAH HOW COULD YOU HOW COULD YOU. Mengutip komentar Simon Cowell buat Melinda Doolittle di American Idol jaman Jordin Sparks yang jadi juaranya: “We have a tiger. I thought we only a pussycat” DAN ITU MAKSUDNYA AKU GA NYANGKA IDE DAN SKILL NULISMU KAYAK GINI KERENNYA!

    Aku suka karakter Kris yang kayak ratu aka penyihir aka mamak tiri putri salju yang kayak “mirror, mirror on the wall, who’s the prettiest in this world? WHAT THE—? LUHAN? HELL NO!” hihihihihi kayak yang haus banget sama pengakuan.

    Untung aja ya Cho pinter banget mengganti pernyataan. Bukan ganteng, tapi mencuri hati.

    Trus apasiiiiiiiihhhh Kris langsung nelpon Luhan (eh nelpon kan ya?) langsung laporan ih apasiiiiiiiiiihhhhhhh (bilang apasih dengan suara nyaring)

    Masukan dikit nih, Ndah. Kata depan seharusnya jangan digabung dengan tempat. Contoh: Di mana, bukan dimana. Di ujung, bukan diujung. Lain halnya dengan imbuhan. Imbuhan itu pake kata kerja, dan digabung. kayak dirajut, dijahit, diminum. Begitulah kira-kira. Beda ya 🙂

    Dan ini keren!

    1. ADUH KAK ECI MAKASIH LOH YA ATAS KOMENNYA!! KAK ECI KELIATANNYA EXCITED BANGET KOMENNYA JADI NULAR KE AKU!! 😀

      iya kak, kris emang kayak gitu. Pedenya selangit banget masa, aku jadi gedeg (tapi tambah cinta) ❤ .

      iya kak, Kris nellpon luhan soalnya dia mau pamer bisa dapetin hari cho, walau cho cinta mati sama wajah cantik luhan gak ketulungan 😀

      Iya kak, makasih perbaikan atas typonya. ini jadi tambahan pelajaran biar nantinya, setidaknya tata tulisnya lebih baik lagi. ternyata bales komen jauh lebih sulit daripada komen haha.

      THANK YOU SO MUCH KAK ATAS REVIEW-NYA KAK ECI. JANGAN KAPOK LOH NANTI AKU BAKAL BANYAK MINTA REVIEW HEHE ({})

  2. waa ini simpel tapi lucu, ceritanya udah umum sih kris kan terkenal narsisnya tapi kamu bawainnya enak haha

    dari kalimat terakhir paragraf kedua sampe bawah aku menikmati banget, tulisanmu sebenernya udah bagus cuma harus lebih dipoles dan dibiasakan nulis lagi kali ya, yg opening agak kaku, tapi aku maklum sih opening is always the hardest hehe

    si cho nya masuk akal, aku suka karakternya, bukan tipe yg heboh sendiri memuji pacarnya yg selevel kris gitu haha, kris seperti biasa lah ya hahaha

    perhatikan tanda baca, spasi dan typo ya. di quote pembuka, kamu lupa kasih titik tuh di bagian akhir. terus penulisan di- juga penting, mana yg dipisah mana yg disambung. selebihnya udah bagus.

    nulis lagi ya biar makin keren, semangat indah! 🙂

    1. Aduh kak put aku malah gak ngerasa ini lucu sih hehe. narsisnya kris kayaknya kuraaaang banget sama yang asli.

      padahal paragraf-paragraf akhir itu aku malah gak yakin banget. itu aku mikir buat endingnya lamaaa banget buat cari yang pas. tapi emang pembukaan itu paling susah emang kak, soalnya aku mesti baru nulis hapus, nulis hapus-_-

      ah iya kak put, typo emang banyak. itu buat pembelajaran kedepannya waktu nulis (setidaknya untuk tata tulis) 🙂

      THANK YOU SO MUCH KAK ATAS REVIEW-NYA KAK PUT. JANGAN KAPOK LOH NANTI AKU BAKAL BANYAK MINTA REVIEW HEHE ({})

  3. haloooow aku datang untuk yang pertama kalinya hehehe 🙂
    makasih ya udah ditag…aduh aku harus manggilnya siapa nih? hehehe akunya yang lupa apa kita belum pernah kenalan?

    okeh lupakan itu karena ini sangat we.o.we HAHAHAHA!!! ❤
    maksudku we o wenya tuh tricky banget! kukirain ini bakalan ceritanya si luhan gitu kan soalnya dari summarynya begitu, tapi kok ya gambarnya si fanfan hehehe

    dan eumm aku gabisa mengomentari soal EYD, aku juga masih belajar yang begituan dan aku tipe penikmat alur cerita jadinya ini…satu kata, menghibur hihihi
    suasana kelasnya tuh kegambar banget, aku ngebayangin ini lagi istirahat gitu kan ya. terus duduk berduaan (aduh cihuy banget gak sih) terus ngobrol sama si fanfan ini dan hell!! 180 pertanyaan yang sama dalam sebulan, apabangets ini si fanfan hahahaha tapi aku selalu suka sih karakter cowok yang cool tapi dibuat jadi kekanak kanakan gini, kayak apa ya…lucu aja gitu hehehe

    daaaaan luhan nista banget di sini. "wajahnya tampan dan cantik" hahha bener banget =)
    dan suka banget kalo nemu cerita dimana si ceweknya ngegombal. kayak kalo cowok udh biasa, kalo cewek agak rare sih ya hahaha
    dan di sini fanfan dodol banget kesannya, tapi memang cucok untuk dia. jangan dikasih yang keyen mulu ah hahaha xD

    okeh, intinya setelah komentar panjang yang tak berbobot ini karena isinya cuma curahan hati betapa sukanya aku pada ficmu….AKU SUKAK! aku suka gaya tulisnya, aku suka ide ceritanya. simpel tapi langsung blushing sendiri gitu dan ini menghibur orang hehehe makasih ya 🙂

    okeh, sekian komenku. maaf kalo kepanjangan yaaa hehehe see yoouuu ❤

    p.s: aku baca cho jadi keingetan cho kyuhyun HA! MAAF!

  4. Kak dira, maaf banget aku baru bales komennya, maaf 😦

    aku udah pernah kenalan loh di page nya kak dira yang about me (keliatan banget kak dira gak inget aku :< )

    aduh kak dir, tulisanku mah gak ada apa-apanya dibanding tulisan kakak yang lebih we.o.we. ngomong-ngomong aku kasih baebaek ke kak dira karena udah nyebut tulisanku we.o.we haha.

    tapi kak, kayaknya aku masih belum bisa bikin permbaca larut deh sama ceritanya. itu kak dira ngira cho sama kris lagi dalam kelas, padahal aku udah nyebutin loh kalau mereka ada di apartemennya kris hihi.

    meski komen kak dira panjang dan gak berbobobot (kata kak dira sendiri) tapi ini bikin aku senyum-senyum sendiri gitu, tersanjung. beneran loh.

    iya emang ini aku suka banget sama kyu, jadi aku pengen bikin nama yang ada cho-nya, makanya jadilah choandra.

    ps : aku pengen balas komen lebih panjang, tapi gak bisa haha

  5. HAHAHAHA! Ini lucu banget. Saya suka narasinya. Semacam acara curcol gitu ya. Kalau dibilang bahasa baku gak pas kalau disanding sama bahasa yang “jowo”, kayaknya persepsi itu gak berlaku di ffmu deh. Ini serius. Malah bahasa “jowo”-nya yang bikin saya ngakak. Gak kebayang deh kalau Kris Wu beneran punya perangai yang begini, ala ala ratunya snow white. Tiap hari nanya ke kaca, siapa yang paling tampan di negeri ini? Hahaha…

    Yang pasti, dari ff ini, yang kuat banget itu sisi narasi dan karakternya sih, dek. Dari narasi dan dialognya yang ngalir, ketahuan banget kalau si Kris Wu itu semacam sensi bences gitu, kalau si Cho malah cuek. Terus Luhan ikut dibawa-bawa pula di endingnya. Kalau saya ada di apartemennya, saya bakal ngakak paling keras.

    Dari segi gaya bahasa, saya suka gaya bahasa kamu, Nggak neko-neko tapi langsung tepat sasaran. Kata pembukanya juga menarik. Ketahuan banget kalau kamu pengin menyorot soal penokohan Kris Wu yang tidak biasa, jadi kamu buka lewat sana. Menarik. Ketimbang kebanyakan orang seringnya membuka cerita mereka dengan monoton dan prosedur yang pasti merujuk ke setting, saya suka saat kamu membukanya dengan opini naratornya soal Kris Wu.

    Dari segi teknis, saya rasa mungkin cuma teknis kecil aja yang lupa italic atau lupa spasi di kata “diatas” 🙂 tapi overall, saya gak menemukan kesalahan yang fatal. Tapi, saya pengin kasih saran sedikit soal jeda itu yang kamu beri titik tiga dan adegan berganti soal suara Kris yang terdengar dari dalam kamar. Er, saya rasa, kayaknya itu gak perlu diberi jeda deh. Sebelumnya juga kamu belum menerangkan kalau Kris beranjak ke kamar sih, mending disambung aja, tapi sebelumnya kamu kasih penjelasan/narasi kalau Kris kesel sama Cho (misalnya) terus dia ke kamar, eh di kamar dia malah telepon ke Luhan.

    Well, segitu aja sih komen saya. Saya menikmati ceritanya. Sering-sering nulis ya dek, cerita kamu seru 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s